Friday, April 28, 2006

Njanjian Bang Ben


Loetjoe kalo dengerin setiap lagoe Bang Ben. Dari lirik, moesik, soaranja ataoe cara njanjinja jang bikin terpingkal2. Top be'eng deh boeat Bang Ben. Walaoepoen musik taoen 70-an and ente dengerin taoen milenioem, tetep adja enak...kagak pertjaje...boektiin adja kendiri....

Pernah dikantoer ada atjara toeker kado, boedjoeg boeneng, gw dikasih lagoenja Bang Ben sama Lian.....djoega pernah waktoe resign di satoetjitra, djoega dikasih filem Bang Ben dari Ridwan cs....makasih banget...ternjata temen gw taoe kalo gw ngeBen alias betawi banget....

Kalo ente maoe dengerin lagoe2 Bang Ben, tjoba adja dengerin radionja Bens Radio 106,2 FM, setiap pergantiam atjara selaloe dipoeter lagoe2 Bang Ben........kagak pertjaje...boektiin adja kendiri....

Bang Boeki

Thursday, April 27, 2006

Renoengan Joem'at 28 April 2006


Sholat Shoeboeh Berdjama'ah dan Keoetamaannja

Sabda Kandjeng rasoel tentang sholat shoeboeh berjamaah di mesdjid tjoekoep banjak dan rata2 tentang keoetamaannja, diantaranja:
1. Barangsiapa sholat shoeboeh berdjama'ah di mesdjid akan mendapatkan pahala seperti seseorang jang menghidoepkan (beribadah) sepandjang malam
2. Barangsiapa jang mengetahoei pahala sholat shoeboeh dan isja berdjama'ah di mesdjid, maka orang itoe akan datang walaoepoen dengan merangkak
3. Sholat soenah sebeloem shoeboeh lebih oetama dibandingkan langit dan boemi beserta isinja
4. Barangsiapa sholat shoeboeh berdjama'ah di mesdjid dan berdzikir hingga terbit matahari akan mendapatkan pahala seperti ibadah oemrah
5. Barangsiapa sholat shoeboeh dan isja berdjama'ah di mesdjid tidak akan masoek golongan orang moenafik

Seorang oelama pernah berkata: kalaoe ingin melihat kadar keimanan soeatoe kampung/daerah, maka lihatlah sholat shoeboeh berdjama'ahnja di mesdjid banjak ataoe sedikit. Dan oemat yahoedi dan nasrani akan takoet kepada oemat islam djika sholat shoeboeh dilakoekan seperti djama'ah sholat djhoem'at...masja Allah

Bang Boeki

Sunday, April 23, 2006

Kenape sih koedoe zakat?

Pengadjian hari kamis jang dipimpin oleh Oest. Zarkasih Afif SQ, tempo hari memang ngomongin zakat. Nah pada sesi diskoesi ada jang bertanja, kerdjaan memang kasat mata halal, laloe kalo kerdja nggak profesional, apakah dikategorikan haram dan ini jang menjebabkan koedoe berzakat profesi setiap akhir boelan?

"kalo memang kasat mata kerdjaan kita bener2 halal, tetapi soeka meroegikan peroesahaan (hal ini gw menganalogikan seperti dateng terlambat, memakai fasilita kantor nggak wadjar) ataoe pekerdjaan jang kadang halal tetapi prosesnja bisa meroegikan orang lain, seperti angkot jang kadang mengedjar setoran bikin kesal pengendara jang lain, pokoknja nggak ada pekerdjaan jang seratoes persen halal semoe, makanja Allah mewadjibkan zakat kepada kita...."jawab sang oestad

Bang boeki

Djangan Biarkan Hatimoe Mati


“Diantara tanda-tanda matinja hati adalah djika anda tidak merasa soesah ketika kehilangan keselarasan taat kepada Allah, dan tidak menjesali perboeatan dosa anda.” Hati jang mati disebabkan oleh berbagai penjakit kronis jang menimpanja. Manakala hati seseorang tidak sehat, maka hati tentoe sedang terserang penjakit-penjakit hati. Penjakit hati itoe begitoe banjak jang terkoempoel dalam organisasi Al-Madzmoemat, dengan platform gerakan jang penoeh dengan ketercelaan dan kehinaan, seperti takaboer, oedjoeb, rija’, hoebboeddoenja, koefoer, sjirik, dan sifat-sifat tercela lainnja. Ketika sikap-sikap mazmoemat ini dihadapan pada kepentingan Allah, maka akan moencoel tiga hal: Manoesia semakin lari dari Allah, ataoe dia djoestroe memanfaatkan simbol-simbol Allah oentoek kepentingan hawa nafsoenja, ataoe jang terakhir dia diboeka hatinja oleh Allah melaloei HidajahNja.

Ibnoe Adjibah menjimpoelkan dari al-Hikam di atas, bahwa kematian hati (qalboe) karena tiga hal:
1. Mencintai doenia,

2. Alpa dari mengingat Allah,

3. Membiarkan dirinja bergelimang maksiat.


Sebaliknja faktor yang menjebabkan hati hidoep, djoega ada tiga:

1. Zoehoed dari doenia

2. Siboek dizikroellah

3. Bersahabat dengan Kekasih-kekasih Allah.


Sedangkan tanda-tanda kematian hati djoega ada tiga:

1. Djika anda tidak merasa soesah ketika kehilangan keselarasan taat kepada Allah.

2. Tidak menjesali dosa-dosanja.
3. Bersahabat dengan manoesia-manoesia yang loepa pada Allah yang hatinja soedah mati.

Kenapa demikian? Karena moencoelnja kepatoehan kepada Allah meroepakan tanda kebahagiaan hamba Allah, sedang moencoelnja hasrat kemaksiatan meroepakan tanda kecelakaan hamba. Apabila hati hidoep dengan ma’rifat dan iman maka faktor jang menjiksa hati adalah segala bentoek jang memboeat hati menderita beroepa kemaksiatan hati kepada Allah. Jang memboeatnja gembira adalah faktor oeboedijah dan kepatoehannja kepada Allah.


Boleh saja anda mengatakan:
Djika seorang hamba Allah bisa taat dan melaksanakan oeboedijah, itoelah tanda bahwa hamba mendapat Ridlo Allah. Hati jang hidoep senantiasa merasakan Ridlo Allah, laloe bergembira dengan ketaatan padaNja. Djika seorang hamba Allah bermaksiat kepadaNja, itoelah pertanda Allah menoeroenkan amarahNja. Hati jang mati tidak merasakan apa-apa, bahkan sentoehan taat dan derita maksiat tidak memboeatnja gelisah. Sebagaimana jang dirasakan oleh majit, tak ada rasa hidoep ataoe rasa mati. Rasoeloellah saw, bersabda, “Orang jang beriman adalah orang jang digembirakan oleh kebadjikannja, dan dideritakan oleh kemaksiatannja.”

Soal Respon Terhadap Dosa

Namoen, Ibnoe Athaillah mengingatkan, agar dosa dan masa laloe, djangan sampai membelenggoe hamba Allah, jang menjebabkan sang hamba kehilangan harapan kepada Allah. Karena itoe, rasa bersalah jang berlebihan jang teroes meneroes menghantoei hamba haroes dibebaskan dari dalam dirinja. Sang hamba haroes tetap optimis pada masa depan roehaninja di depan Allah.
Kebesaran ampoenan Allah tidak bisa didilampaoei oleh seloeroeh dosa-dosa hambaNja. Ampoenan Allah lebih agoeng, lebih besar dan lebih kinasih, pada hambaNja jang bertobat.

Karena itoe Allah berfirman, “Sesoenggoehnja Allah mencintai orang-orang jang bertobat dan menjoecikan diri.”
Oleh sebab itoe djangan sampai perboeatan maksiat itoe memboeat hamba-hamba Allah mendjadi Soe’oedzon kepada Allah. “Dosa besar apa pioen, djangan sampai menghalangi Hoesnoedzon (baik sangka) anda kepada Allah.” Wacana ini sekaligoes mengingatkan kita pada pemboeka kitab Al-Hikam, “Diantara tanda-tanda bergantoeng ataoe mengandalkan amal adalah rasa pesimis kepada rahmat Allah ketika sang hamba berboeat dosa.” Djika anda masih mengandalkan amal, boekan mengandalkan Allah, berarti anda akan pesimis djika kesalahan menimpa anda. Padahal kita haroes menggantoengkan diri pada Allah, mengandalkan Allah, boekan mengandalkan amal. Karena mengandalkan amal, bisa menciptakan rasa arogansi spiritoeal, dengan merasa paling banjak beramal dan taat, kemoedian merasa paling benar, paling dekat dengan Allah.

Dalam soal harapan dan ketakoetan, biasanja hamba terbagi menjadi tiga golongan;

1. Golongan pemoela, biasanya terlipoeti oleh rasa khawatir dan takoet, dibanding dorongan harapan.

2. Golongan menengah, biasanya seimbang antara harapan dan ketakoetannja.

3. Golongan jang soedah sampai kepada Allah, lebih didominasi rasa harapan jang optimis kepada Allah.


Inilah jang tergambar pada saat goeroenja Al-Djoenaid, Sarry as-Saqathj dalam kondisi Maqboedl (terhimpit oleh soeasana roehaninja dalam Genggaman Allah). “Ada apa gerangan wahai paman?” Tanja Joenaid. “Oh, anakkoe, ada seorang pemoeda datang kepadakoe, kemoedian bertanja padakoe, “Apakah hakikat taoebat itoe?”. Akoe djawab, “hendaknja engkaoe tidak meloepakan dosa-dosamoe…”. Tapi pemoeda itoe mengatakan sebaliknja, “Tidak. Tapi joestroe hendaknja engkaoe meloepakan dosa-dosamoe..” Laloe pemoeda itoe keloear begitoe sadja.
Kemoedian al-Djoenaid menegaskan, “Ja, menoeroetkoe jang benar adalah kata-kata si pemoeda tadi. Karena itoe djika akoe berada di moesim panas, laloe mengingat moesim dingin, berarti akoe berada di moesim dingin.” Pandangan As-Sarj, benar, bagi para pemoela. Sedangkan pandangan al-Djoenaid untuk mereka jang soedah sampai kepada Allah.

Demikian jang dikoetip dari sufinews.com

Thursday, April 20, 2006

Renoengan Joem'at 21 April 2006


Mengenang ahlak Rasoeloellah, itoelah pengajian Raboe 19 April 2006 siang di musholla graha niaga, karena pas banget sama peringatan maoelid Nabi Moehammad saw. Waktu iteo sebagai nara soembarnja adalah oestazd Abdoel Sjoekoer. Ada beberapa hal jang dipetik (boenga kali), tapi sajang ceramahnja nggak sempoerna karena terbatasnja waktoe. Beliaoe mendjelaskan marilah sama2 kita hadirkan rasoeloellah di kehidoepan kita. Seperti apa?

Hidoepkanlah soenah2 rasoeloellah dari bangoen tidoer sampe tidoer kembali, berdoalah setiap melakoekan perboetan minimal membaca basmalah dan dahoeloekan jang kanan. Banjak hal2 jang sepele jang kadang meroepakan soenah, misalnja cara makan dan minoem - masih banjak dengan tangan kiri, karena makan tangan kiri adalah perboetan sjetan dan janganlah berdiri.

Kemoedian beliaoe mendjelaskan cara tidoer jang bener; menghadap qiblat dengan lamboeng jang kanan dan beralaskan tangan, jadi miring ke qiblat. Juga cara sholatnja rasoeloellah dengan toema'nina (diam sedjenak) jang tidak terboeroe2......sajang waktoenja habis.....

bang boeki

Kamus Betawi

Bujug buneng=masya Allah, kagak=tidak, taikin=naikkan, kudu=harus, sonoan=sana, geroyokan=rombongan, ncang=paman, ncing=bibi, nyak=ibu, mpo=kakak, mingser=pindah, pan=kok, ente=kamu, gue=saya, eluh=kamu, bini=isteri, laki=suami, gundam=heran, jembreng=jemur, nyolong=mencuri, tekol=lempar, nandak=menari, jebleh=bibir tebal, membleh=bibir tebal, dower=bibir tebal, masup=masuk, buntut gasiran=pelit, pantat kuning=pelit, kiro=pelit, boesan=sariawan, kidul=selatan, belor=utara, kesrek=gatal, selonjoran=tidur dengan kaki lurus, udah sudah=selesai, duit tah=uangnya, busut=masya Allah, orang kata=katanya, istilah kata=misalnya, tak anu=lanjut, lagu=gaya, ablak=buka, abing=habis, dekeng=dukung, ngasoh=istirahat, kebina=keurus, mewek=sedih, hurup=tidak pantas, idup=hidup, pu'un=pohon, ilokan=yang bener, ngkong=kakek, teloloh-loloh=buru-buru, ampe=sampai, genengan=betul 'kan, mending=lebih baik, bleding=telanjang, dedengkot=raja, demenan=pacar, pulus=uang,...

bang buki

Wednesday, April 19, 2006

Taisen


Di lagoe item manis, ada kata-kata "biar begitoe taisen goee"

Kata taisen, jang kemoedian di kalangan moeda-moedi artinja mendjadi pacar, berasal dari djoedi hwahwe yang marak di Djakarta akhir 1960-an dan awal 1970-an.

Djoedi itoe mendjandjikan 36 angka keberoentoengan dengan simbol binatang pada setiap angkanja. Angka 1 (ikan bandeng), misalnja, taisen-nja angka 5 (singa), angka 30 (monjet) taisen-nja angka 23 (ikan mas koki), dan seteroesnja. "Kalaoe adek djadi ikan mas koki, abang jang djadi taisennja... monyet dong," kata Benjamin dalam salah satoe lirik lagoenja.

Seperti dikoetip dari benyamin.multiply.com

Kenapa akoe haroes takoet?


Akoe mati sebagai mineral
dan mendjelma sebagai toemboehan,
akoe mati sebagai toemboehan
dan lahir kembali sebagai binatang.
Akoe mati sebagai binatang dan kini manoesia.
Kenapa akoe haroes takoet?
Maoet tidak pernah mengoerangi sesoeatoe dari dirikoe.

Sekali lagi,
akoe masih haroes mati sebagai manoesia,
dan lahir di alam para malaikat.
Bahkan setelah mendjelma sebagai malaikat,
akoe masih haroes mati lagi;
Karena, kecoeali Toehan,
tidak ada sesoeatoe jang kekal abadi.

Setelah kelahirankoe sebagai malaikat,
akoe masih akan mendjelma lagi
dalam bentoek jang tak koepahami.
Ah, biarkan dirikoe lenjap,
memasoeki kekosongan, kasoenyataan
Karena hanja dalam kasoenjataan itoe
terdengar njanjian moelia;

"Kepada Nja, kita semoea akan kembali"

Jalaloeddin Roemi

Sifat dan Perawakan Rasoeloellah saw

Sifat dan Perawakan Rasulullah


Paras moekanja manis dan indah, Perawakannja sedang, tidak
terlampaoe tinggi, djoega tidak pendek, dengan bentoek kepala jang besar, beramboet hitam sekali antara keriting dan loeroes.
Dahinja lebar dan rata di atas sepasang alis jang lengkoeng
lebat dan bertaoet, sepasang matanja lebar dan hitam, di
tepi-tepi poetih matanja agak ke merah-merahan, tampak lebih
menarik dan koeat: pandangan matanja tadjam, dengan boeloe-mata jang hitam-pekat. Hidoengnja haloes dan merata dengan barisan gigi jang bercelah-celah. Cambangnja lebar sekali, berleher pandjang dan indah. Dadanja lebar dengan kedoea bahoe jang bidang. Warna koelitnja terang dan djernih dengan kedoea telapak tangan dan kakinja yang tebal.

Bila berdjalan badannja agak condong kedepan, melangkah
cepat-cepat dan pasti. Air moekanja membayangkan renoengan dan penoeh pikiran, pandangan matanja menoendjuoekkan kewibawaan.

Sifatnja jang sangat rendah hati lebih kentara lagi. Bila ada jang mengadjaknja bicara ia mendengarkan hati-hati sekali tanpa menoleh kepada orang lain. Tidak sadja mendengarkan kepada jang mengadjaknja bicara, bahkan ia memoetarkan seloeroeh badannja.

Bicaranja sedikit sekali, lebih banjak ia mendengarkan. Bila
bicara selaloe bersoenggoeh-soenggoeh, tapi soenggoehpoen begitoe iapoen tidak meloepakan ikoet memboeat hoemor dan bersenda-goeraoe, tapi jang dikatakannja itoe selaloe jang sebenarnya. Kadang ia tertawa sampai terlihat gerahamnja.

Bila ia marah tidak pernah sampai tampak kemarahannja, hanya antara kedoea keningnja tampak sedikit berkeringat. Ini disebabkan ia menahan rasa amarah dan tidak maoe menampakkannja keluar.

Semoea itu terbawa oleh kodratnja jang selaloe lapang dada, berkemaoean baik dan menghargai orang lain. Bidjaksana ia, moerah hati dan moedah bergaoel. Tapi djoega ia mempoenjai toejoean pasti, berkemaoean keras, tegas dan tak pernah ragoe-ragoe dalam toedjoeannja.

oleh Moehammad Hoesain Haekal

Thursday, April 13, 2006

Ingin Melihat Posisi Anda di Sisi Allah?


Manakala anda ingin melihat posisi anda di sisiNja, maka lihatlah bagaimana Allah memposisikan dirimoe (saat ini).

Allah mendjadikan makhloeknja mendjadi doea kelompok besar. Kelompok celaka dan kelompok bahagia. Saat ini dimana posisi anda diantara doea kelompok terseboet, apakah anda masoek dalam kelompok celaka jang paling celaka, ataoe kelompok bahagia paling bahagia. Lihatlah dan refleksikan dimana hati anda saat itoe.

Bila anda masoek dalam posisi sedang taat dan penoeh oeboedijah, berarti Allah sedang meninggikan deradjat anda. Bila anda sedang maksiat dan mengingkari perintahNja, berarti Allah sedang menghinakan anda.
Bila anda bersemangat oentoek taoebat, berarti Allah sedang mengampoeni anda. Bila anda mengoeloer-oeloer taoebat anda berarti Allah beloem mengampoeni diri anda.

Jika hati anda teroes meneroes membenarkan woedjoed Toehanmoe dan Dialah Satoe-satoeNja jang berkoeasa dan Diradja, serta diri anda meneladani djedjak RasoelNja, maka anda berada dalam golongan orang-orang jang mendapatkan limpahan kebadjikan. Sebaliknja djika anda mengingkari semoea itoe, anda tergolong paling celaka ketika itoe.

Apabila anda masoek golongan hamba yang berbahagia, tetapi anda ingin melihat posisi anda, apakah tergolong ahloel Qoerbi (kalangan yang dekat dengan Allah) atau ahloel Boe'di (kalangan yang djaoeh dari Allah) maka coba anda tengok hati anda: Kalaoe anda mengenal Allah melaloei makhloek-makhloekNja di semesta raja ini, maka anda tergolong kelompok yang jaoeh dari Allah. Tetapi kalaoe anda mengenal Allah melaloei Allah, maka anda tergolong kaoem jang dekat dengan Allah.

Anda yang menoedjoe Allah tetapi masih melaloei perantara semesta makhloek ini anda beloem menemoekan Allah, dan anda soelit selamat - kecoeali Rahmat Allah --, melainkan anda haroes ditolong oleh seorang Moersjid yang Kamil- Moekammil jang bisa mengantar anda di hadapan Allah.

Bila anda tergolong Ahloel Jamin, dan ingin mengetahoei posisi anda apakah tergolong orang jang moelia ataoe tergolong jang terhina: Lihatlah apakah anda tergolong orang jang mendjalankan perintahnja ataoe djoestroe melanggar laranganNja. Kalaoe anda melanggar perintahNja meremehkan ajaranNja, maka anda tergolong orang jang terhinakan. Termasoek terhinakan poela posisi anda manakala, adalah ketika anda malas-malasan beribadah, anda menerjang larangan dan memusuhi para waliNja.
Demikian jang dioeraikan panjang lebar oleh Ibnoe Ajibah al-Hasani dalam Sjarah al-Hikam.

KomporMleduk!

Kompor Mledoek atau Kompor Meledoek, gw pindjem brandnja almarhoem Bang Hadji Benjamien Sueb. Beliaoe pelopor kebangkitan boedaja betawi, kampoeng gw berasal. Sosok poetra betawi yang soekses di art menjanji ataoe main filem, joega soekses dengan oesahanja dibidang radio: Bens Radio, yang sekarang masih pendengar rating tertinggi di djakarta.

Gw joega termasoek poetra betawi asli jang pengen banget ngangkat boedaja dan opini masjarakat tentang orang betawi jang malas bekerdja, joeal tanah, nggak maoe oesaha, makanja blog ini gw namain kompormledoek, djadikan boedaja betawi seperti meledoeknja kompor..begitoe kira2

bang boeki

Links