Sifat dan Perawakan Rasulullah
Paras moekanja manis dan indah, Perawakannja sedang, tidak
terlampaoe tinggi, djoega tidak pendek, dengan bentoek kepala jang besar, beramboet hitam sekali antara keriting dan loeroes.
Dahinja lebar dan rata di atas sepasang alis jang lengkoeng
lebat dan bertaoet, sepasang matanja lebar dan hitam, di
tepi-tepi poetih matanja agak ke merah-merahan, tampak lebih
menarik dan koeat: pandangan matanja tadjam, dengan boeloe-mata jang hitam-pekat. Hidoengnja haloes dan merata dengan barisan gigi jang bercelah-celah. Cambangnja lebar sekali, berleher pandjang dan indah. Dadanja lebar dengan kedoea bahoe jang bidang. Warna koelitnja terang dan djernih dengan kedoea telapak tangan dan kakinja yang tebal.
Bila berdjalan badannja agak condong kedepan, melangkah
cepat-cepat dan pasti. Air moekanja membayangkan renoengan dan penoeh pikiran, pandangan matanja menoendjuoekkan kewibawaan.
Sifatnja jang sangat rendah hati lebih kentara lagi. Bila ada jang mengadjaknja bicara ia mendengarkan hati-hati sekali tanpa menoleh kepada orang lain. Tidak sadja mendengarkan kepada jang mengadjaknja bicara, bahkan ia memoetarkan seloeroeh badannja.
Bicaranja sedikit sekali, lebih banjak ia mendengarkan. Bila
bicara selaloe bersoenggoeh-soenggoeh, tapi soenggoehpoen begitoe iapoen tidak meloepakan ikoet memboeat hoemor dan bersenda-goeraoe, tapi jang dikatakannja itoe selaloe jang sebenarnya. Kadang ia tertawa sampai terlihat gerahamnja.
Bila ia marah tidak pernah sampai tampak kemarahannja, hanya antara kedoea keningnja tampak sedikit berkeringat. Ini disebabkan ia menahan rasa amarah dan tidak maoe menampakkannja keluar.
Semoea itu terbawa oleh kodratnja jang selaloe lapang dada, berkemaoean baik dan menghargai orang lain. Bidjaksana ia, moerah hati dan moedah bergaoel. Tapi djoega ia mempoenjai toejoean pasti, berkemaoean keras, tegas dan tak pernah ragoe-ragoe dalam toedjoeannja.
oleh Moehammad Hoesain Haekal