Wednesday, May 24, 2006

Setetes Mani

...sesoenggoehnja Kami telah menjadikan kamoe dari tanah,
kemoedian dari setetes mani,
kemoedian dari segoempal darah,
kemoedian dari segoempal daging jang sempoerna kejadiannja dan jang tidak sempoerna,
agar Kami jelaskan kepada kamoe dan Kami tetapkan dalam rahim,
apa jang Kami kehendaki sampai waktoe jang soedah ditentoekan,
kemoedian Kami keloearkan kamoe sebagai baji,
kemoedian (dengan berangsoer-angsoer) kamoe sampailah kepada kedewasaan,
dan di antara kamoe ada jang diwafatkan
dan (ada poela) di antara kamoe jang dipanjangkan oemoernja sampai pikoen,
soepaja dia tidak mengetahoei lagi sesoeatoepoen jang dahoeloenja telah diketahoeinja...

alh hajj:5

Tuesday, May 23, 2006

ke manakah akoe akan pergi?

Apabila matahari digoeloeng,
dan apabila bintang-bintang berdjatoehan,
dan apabila goenoeng-goenoeng dihancoerkan,
dan apabila oenta-oenta jang boenting ditinggalkan,
dan apabila binatang-binatang liar dikoempoelkan,
dan apabila laoetan dipanaskan,
dan apabila roeh-roeh dipertemoekan,
apabila baji-baji perempoean jang dikoeboer hidoep-hidoep ditanja,
karena dosa apakah dia diboenoeh,
dan apabila catatan-catatan amal perboeatan manoesia diboeka,
dan apabila langit dilenjapkan,
dan apabila neraka Jahim dinjalakan,
dan apabila soerga didekatkan,

maka ke manakah akoe akan pergi?

Apabila boemi digoencangkan dengan goencangannja jang dahsjat,
dan boemi telah mengeloearkan beban-beban berat jang dikandoengnya,
dan manoesia bertanja: "Mengapa boemi jadi begini?",
pada hari itoe boemi mentjeritakan beritanja,

Pada hari itoe manoesia seperti anai-anai jang bertebaran,
dan goenoeng-goenoeng seperti boeloe jang dihamboer-hamboerkan.

maka ke manakah akoe akan pergi?

Monday, May 22, 2006

Air Mata

Baji baroe lahir mengeloearkan air mata
Si Amat terloeka mengeloearkan air mata
Si Maman poetoes tjinta mengeloearkan air mata
Pak Oedjang kelilipan djoega mengeloearkan air mata
Semoea orang kadang mengeloearkan air mata

Ada air mata tjinta
Ada air mata bahagia
Ada air mata doeka
Ada air mata derita

Kandjeng Rasoel telah bersabda:
"Tetesan air mata karena takoet kepada Allah
dapat menghindarkan diri dari api neraka"

Mata jang baik mata jang sering menangis
karena dosa
karena takoet
karena rindoe
karena tjinta
karena harap
Allah jang Koeasa

....kalo matakoe?

Thursday, May 18, 2006

Terserah kita

Allah telah bersoempah:
Demi waktoe ashar
Demi waktoe dhuha
Demi waktoe malam
Demi waktoe pagi
Ada apa di waktoe2 itoe?

Kadang Allah bersoempah:
Demi matahari
Demi boelan
Demi goegoesan bintang
Demi langit
Ada apa di atas sana?

Kadang Allah bertanja:
Apakah engkaoe tidak memikirkannja?
Apakah engkaoe tidak mengetahuinja?
Apakah engkaoe tidak bersjoekoer?
Mengapa Allah bertanja seperti itoe?

Kadang Allah memoedji:
Beroentong orang jang beriman
Beroentoeng orang jang sabar dan sholat
Beroentoeng orang jang berzakat
Apa sih oentoengnja?

Kadang Allah memperingatkan;
Azabkoe sangat pedih
Siksakoe sangat pedih
Jaoehilah perboeatan sjetan
Jaoehilah perboetan kedji dan moengkar
Kenapa sih ngelarang2 begitoe?

Pernah Allah berfirman:
Engkaoe poenja akal, hati dan rasa
pilihlah djalanmoe,
maoe jang ke sjorga ataoe ke neraka,
KekoeasaanKoe nggak bakal roentoeh
sekalipoen engkaoe tidak mengabdi kepadakoe,
enggak menjembah kepadaKoe,
sekalipoen dirimoe kafir,
begitoe pula sekalipoen dirimoe beriman...

Terserah kita.....

Adminton

Adminton, Advertising main badminton, gitoe kali ja....Temen2 dentsoe tiap malem djoem'at gelar atjara pertandingan boeat ngeloearin keringet di STM Penerbangan sono. Alhamdoelillah peserta dan penggemarnja tjoekoep banjak, hampir 30 orang.....tapi masih 1 lapangan :(

Wednesday, May 17, 2006

Tiga S

Pengadjian raboe 17 Mei 2006jang disampaikan oleh Ust. Abdoerrahman Masdoeki kalo nggak salah nama lengkapnja, ngomongin masalah ralaman kandjeng rasoel tentang kebingoengan manoesia di akhir zaman. Ada 3 "s" jang didjadikan obat pelepas kebingoengan oedjar beliaoe:

1. Sadar diri; djanganlah selaloe menjalahkan orang lain. Hisablah diri sendiri. Perbaikilah selaloe diri ini.
2. Sadar beragama; laksanakanlah nilai2 agama setjara menjeloeroeh dalam kehidoepan kita.
3. Sadar lingkoengan; manisfestasikan sadar diri dan sadar lingkoengan dalam bermasjarakat.

Beliaoe melandjoetkan, bahwa dengan melaksanakan ketiga 'S" di atas, insja Allah hati nggak akan bingoeng dalam menghadapi berbagai matjcam persoalan pada zaman jang edan ini....begitoe kira2

Bingoeng

Kakek sedang bingoeng
Nenek sedang bingoeng
Bapak sedang bingoeng
Ibu sedang bingoeng
Abang sedang bingoeng
Mpok sedang bingoeng
Adek sedang bingoeng

Presiden sedang bingoeng
Menteri sedang bingoeng
Anggota DPR/MPR sedang bingoeng
Gubernoer sedang bingoeng
Boepati sedang bingoeng
Tjamat sedang bingoeng
Loerah sedang bingoeng
RW, RT sedang bingoeng

Oelama sedang bingoeng
Oemat sedang bingoeng
Pedjabat sedang bingoeng
Karjawan sedang bingoeng
Peladjar sedang bingoeng
Soeami sedang bingoeng
Isteri sedang bingoeng
Pembantoe sedang bingoeng
Bajipoen sedang bingoeng

Perampok sedang bingoeng
Pendjahat sedang bingoeng
Penganggoer sedang bingoeng
Orang gilapoen sedang bingoeng

Begitoelah Allah berfirman:
"Sesoenggoehnja manoesia ditjiptakan dalam keadaan keloeh kesah (bingoeng)"

Gw adja lagi bingoeng nih.......

Khilafah Islam

Gw ambil dari eramuslim.com, boeat nambah wawasan adja....

1. Khilafah Rasdjidah


Khilafah Rasidah berdiri tepat di hari wafatndja Rasoeloelllah SAW. Terdiri dari 4 orang ataoe 5 orang shahabat nabi djang mendjadi khalifah setjara bergantian. Mereka adalah:

* Aboe Bakar ash-Shiddiq ra (tahoen 11-13 H/632-634 M)
* 'OEmar bin Khaththab ra (tahoen 13-23 H/634-644 M)
* 'OEtsman bin 'Affan ra (tahoen 23-35 H/644-656 M)
* 'Ali bin Abi Thalib ra (tahoen 35-40 H/656-661 M) dan
* Al-Hasan bin 'Ali ra (tahoen 40 H/661 M)

Masa berlakoendja selama koerang lebih 30 tahoen. Diseboet djoega sebagai khilafah rasdjidah karena posisi mereka sebagai shahabat nabi djang mendapat petoendjoek. Dan memang ada pesan dari nabi oentoek mentaati para khalifah rasdjidah ini.

2. Khilafah Bani OEmadjdjah

Khilafah ini berpoesat di Sdjiria, tepatndja di kota Damaskoes. Berdiri oentoek masa waktoe sekitar 90 tahoen ataoe tepatndja 89 tahoen, setelah era khoelafa ar-rasdjidin selesai. Khalifah pertama adalah Moe'awidjdjah. Sedangkan khalifah terakhir adalah Marwan bin Moehammad bin Marwan bin Hakam. Adapoen masa kekoeasaan mereka sebagai berikoet:

* Moe'awidjdjah bin Abi Soefdjan (tahoen 40-64 H/661-680 M)
* DJazid bin Moe'awidjah (tahoen 61-64 H/680-683 M)
* Moe'awidjah bin DJazid (tahoen 64-65 H/683-684 M)
* Marwan bin Hakam (tahoen 65-66 H/684-685 M)
* Abdoel Malik bin Marwan (tahoen 66-86 H/685-705 M)
* Walid bin 'Abdoel Malik (tahoen 86-97 H/705-715 M)
* Soelaiman bin 'Abdoel Malik (tahoen 97-99 H/715-717 M)
* 'OEmar bin 'Abdoel 'Aziz (tahoen 99-102 H/717-720 M)
* DJazid bin 'Abdoel Malik (tahoen 102-106 H/720-724M)
* Hisdjam bin Abdoel Malik (tahoen 106-126 H/724-743 M)
* Walid bin DJazid (tahoen 126 H/744 M)
* DJazid bin Walid (tahoen 127 H/744 M)
* Ibrahim bin Walid (tahoen 127 H/744 M)
* Marwan bin Moehammad (tahoen 127-133 H/744-750 M)

Sebenarndja khilafah Bani OEmmadjah ini poendja perpandjangan silsilah, sebab satoe dari ketoeroenan mereka ada djang mendjeberang ke semenandjoeng Iberia dan masoek ke Spandjol. Di Spandjol mereka kemoedian mendirikan khilafah tersendiri djang terlepas dari khilafah besar Bani Abbasidjah.

3. Khilfah Bani Abbasidjah

Kemoedian kekhilafahan beralih ke tangan Bani 'Abasidjah djang berpoesat di Baghdad. Total masa berlakoe khilafah ini sekitar 446 tahoen. Khalifah pertama adalah Aboe al-'Abbas al-Safaah. Sedangkan khalifah terakhirndja Al-Moetawakil 'Ala al-Allah.

Setjara rintji masa kekoeasaan mereka sebagai berikoet:

* Aboel 'Abbas al-Safaah (tahoen 133-137 H/750-754 M)
* Aboe DJa'far al-Manshoer (tahoen 137-159 H/754-775 M)
* Al-Mahdi (tahoen 159-169 H/775-785 M)
* Al-Hadi (tahoen 169-170 H/785-786 M)
* Haroen al-Rasdjid (tahoen 170-194 H/786-809 M)
* Al-Amiin (tahoen 194-198 H/809-813 M)
* Al-Ma'moen (tahoen 198-217 H/813-833 M)
* Al-Moe'tashim Billah (tahoen 618-228 H/833-842M)
* Al-Watsiq Billah (tahoen 228-232 H/842-847 M)
* Al-Moetawakil 'Ala al-Allah (tahoen 232-247 H/847-861 M)
* Al-Moentashir Billah (tahoen 247-248 H/861-862 M)
* Al-Moesta'in Billah (tahoen 248-252 H/862-866 M)
* Al-Moe'taz Billah (tahoen 252-256 H/866-869 M)
* Al-Moehtadi Billah (tahoen 256-257 H/869-870 M)
* Al-Moe'tamad 'Ala al-Allah (tahoen 257-279 H/870-892 M)
* Al-Moe'tadla Billah (tahoen 279-290 H/892-902 M)
* Al-Moektafi Billah (tahoen 290-296 H/902-908 M)
* Al-Moeqtadir Billah (tahoen 296-320 H/908-932 M)
* Al-Qahir Billah (tahoen 320-323 H/932-934 M)
* Al-Radli Billah (tahoen 323-329 H/934-940 M)
* Al-Moettaqi Lillah (tahoen 329-333 H/940-944 M)
* Al-Moesaktafi al-Allah (tahoen 333-335 H/944-946 M)
* Al-Moethi' Lillah (tahoen 335-364 H/946-974 M)
* Al-Tha`i' Lillah (tahoen 364-381 H/974-991 M)
* Al-Qadir Billah (tahoen 381-423 H/991-1031 M)
* Al-Qa`im Bi Amrillah (tahoen 423-468 H/1031-1075 M)
* Al-Moe'tadi Bi Amrillah (tahoen 468-487 H/1075-1094 M)
* Al-Moestadhhir Billah (tahoen 487-512 H/1094-1118 M)
* Al-Moestarsdjid Billah (tahoen 512-530 H/1118-1135 M)
* Al-Rasdjid Billah (tahoen 530-531 H/1135-1136 M)
* Al-Moeqtafi Liamrillah (tahoen 531-555 H/1136-1160 M)
* Al-Moestandjid Billah (tahoen 555-566 H/1160-1170 M)
* Al-Moestadli`oe Biamrillah (tahoen 566-576 H/1170-1180 M)
* Al-Naashir Lidinillah (tahoen 576-622 H/1180-1225 M)
* Al-Dhahir Biamrillah (tahoen 622-623 H/1225-1226 M)
* Al-Moestanshir Billah (tahoen 623-640 H/1226-1242 M)
* Al-Moesta'shim Billah (tahoen 640-656 H/1242-1258 M)
* Al-Moestanshir Billah II (tahoen 660-661 H/1261-1262 M)
* Al-Haakim Biamrillah I (tahoen 661-701 H/1262-1302 M)
* Al-Moestakfi Billah I (tahoen 701-732 H/1302-1334 M)
* Al-Watsiq Billah I (tahoen 732-742 H/1334-1343 M)
* Al-Haakim Biamrillah II (tahoen 742-753 H/1343-1354 M)
* Al-Moe'tadlid Billah I (753-763 H/1354-1364 M)
* Al-Moetawakil 'Ala al-Allah I (th. 763-785 H/1364-1386 M)
* Al-Watsir Billah II (tahoen 785-788 H/1386-1389 M)
* Al-Moesta'shim (tahoen 788-791 H/1389-1392 M)
* Al-Moetawakil 'Ala al-Allah II (th. 791-808 H/1392-1409 M)
* Al-Moesta'in Billah (tahoen 808-815 H/1409-1416 M)
* Al-Moe'tadlid Billah II (tahoen 815-845 H/1416- 1446 M)
* Al-Moestakfi Billah II (tahoen 845-854 H/1446-1455 M)
* Al-Qa`im Biamrillah (tahoen 754-859 H/1455-1460 M)
* Al-Moestandjid Billah (tahoen 859-884 H/1460-1485 M)
* Al-Moetawakil 'Ala al-Allah III (th 884-893 H/1485-1494 M)
* Al-Moetamasik Billah (tahoen 893-914 H/1494-1515 M)
* Al-Moetawakil 'Ala al-Allah IV (th 914-918 H/1515-1517 M)

Khilafah Bani Abbasidjah dihantjoerkan oleh pasoekan Tartar (Mongol), sehingga oemat Islam sempat hidoep selama 3,5 tahoen tanpa adandja khalifah. Namoen koeroen waktndja handja terpaoet 3 tahoen setengah sadja dan segera berdiri khilafah OEtsmanidjah.

4. Khilafah Bani OEtsmanidjdjah


Khilafah Bani OEtsmanidjdjah tertjatat memiliki30 orang khalifah, djang berlangsoeng moelai dari abad 10 Hidjridjah ataoe abad ke enam belas Masehi. Nama-nama mereka sebagai berikoet:

* Salim I (tahoen 918-926 H/1517-1520 M)
* Soelaiman al-Qanoeni (tahoen 926-974 H/1520-1566 M)
* Salim II (tahoen 974-982 H/1566-1574 M)
* Moerad III (tahoen 982-1003 H/1574-1595 M)
* Moehammad III (tahoen 1003-1012 H/1595-1603 M)
* Ahmad I (tahoen 1012-1026 H/1603-1617 M)
* Moeshthafa I (tahoen 1026-1027 H/1617-1618 M)
* 'OEtsman II (tahoen 1027-1031 H/1618-1622 M)
* Moeshthafa I (tahoen 1031-1032 H/1622-1623 M)
* Moerad IV (tahoen 1032-1049 H/1623-1640 M)
* Ibrahim I (tahoen 1049-1058 H/1640-1648 M)
* Moehammad IV (tahoen 1058-1099 H/1648-1687 M)
* Soelaiman II (tahoen 1099-1102 H/1687-1691 M)
* Ahmad II (tahoen 1102-1106 H/1691-1695 M)
* Moeshthafa II (tahoen 1106-1115 H/1695-1703 M)
* Ahmad III (tahoen 1115-1143 H/1703-1730 M)
* Mahmoed I (tahoen 1143-1168 H/1730-1754 M)
* 'OEtsman III (tahoen 1168-1171 H/1754-1757 M)
* Moesthafa III (tahoen 1171-1187 H/1757-1774 M)
* 'Abdoel Hamid I (tahoen 1187-1203 H/1774-1789 M)
* Salim III (tahoen 1203-1222 H/1789-1807 M)
* Moesthafa IV (tahoen 1222-1223 H/1807-1808 M)
* Mahmoed II (tahoen 1223-1255 H/1808-1839 M)
* 'Abdoel Madjid I (tahoen 1255 H-1277 H/1839-1861 M)
* 'Abdoel 'Aziz I (tahoen 1277-1293 H/1861-1876 M)
* Moerad V (tahoen 1293-1293 H/1876-1876 M)
* 'Abdoel Hamid II (tahoen 1293-1328 H/1876-1909 M)
* Moehammad Risdjad V (tahoen 1328-1338 H/1909-1918 M)
* Moehammad Wahiddin (II) (th. 1338-1340 H/1918-1922 M)
* 'Abdoel Madjid II (tahoen 1340-1342 H/1922-1924 M).

Khalifah terakhir oemat Islam sedoenia adalah 'Abdoel Madjid II. Semendjak toembangndja khilafah terakhir ini, berarti oemat Islam telah hidoep lebih dari selama (2006-1924= 82 tahoen) tanpa keberadaan lembaga djang mendjatoekan.

Kepastian Kembalindja Khilafah


Lepas dari realitas di lapangan djang koerang menggembirakan, di mana oemat Islam saat in mendjadi boedak barat, kekadjaan alam mereka didjarah, ekonomi mereka terpoeroek, nilai mata oeang mereka sangat rendah, hoetang loear negeri merekabertoempoek tak terbadjar, pemoeda mereka diroesak, wanita mereka mendjadi hamba sdjahwat, bahkan masih ditambah lagi dengan rombongan Islam liberal dan sebagaindja, namoenmasih ada harapan.

Kita masih menemoekan satoe hadits dari Rasoeloellah SAW djang tjoekoep melegakan, djaitoe kabar gembira dari beliaoe bahwa soeatoe saat, khilafah ini akan kembali terbentoek, bahkan dengan koealitasndja djang rasdjidah itoe.

Sabda Rasoeloellah saw, "Kemoedian akan tegak Khilafah Rasdjidah djang sesoeai dengan manhadj Nabi”.

Namoen tentoendja khilafah ini tidak akan terbentoek begitoe sadja, bila handja dengan doa dan diam sadja. Ataoe handja dengan bitjara dan demonstrasi sadja. Setiap oemat Islam meski bersinergi oentoek saling mengoeatkan dan saling mendjokong semoea oepadja oentoek kembali kepada khilafah Islamidjah.

Sebab setiap elemen oemat poendja potensi djang moengkin tidak dimiliki oleh saoedarandja. Maka seroean oentoek kembali kepada khilafah seharoesndja boekan sekedar lips servitje, namoen haroes diiringi dengan kerdja ndjata, pembinaan dan pengkaderan 1,5 mildjar oemat, pendirian lembaga pendidikan dan sekian bandjak pos-pos penting oemat. Lantas diiringi djoega dengan kebesaran hati, keterboekaan sikap serta djiwa kepemimpinan doenia Islam djang moempoeni.

Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita oentoek dapat mendjaksikan beridirndja khilafah Islamidjah semasa kita hidoep. Soenggoeh seboeah kepoeasan djang dimpikan oleh doenia Islam selama ini. Amien.

Seperti dikoetip dari eramuslim.com

Tuesday, May 16, 2006

AdMledoek

Soenggoeh menjenangkan gawe di advertising, njeni, pakaian bebas tapi sopan, masoek kantor nggak koedoe tepat waktoe (tapi oewang makan dipotong:(), djam keloear mainpoen nggak tentoe. Nggak enaknja kalo poelang pagi atawa soeboeh. Males banget rasanja. Dari 'sekian ' kantor advertising, dari fcb, satoecitra dan sekarang dentsoe indonesia jang gw pernah djajaki, tjoema jang sekarang gw soeka. Karena disini gw banjak dapet nimba ilmoe, teroetama ilmoe akhirat. Bajangkan adja, hampir setiap hari ada pengadjian di moeshollaa gedoeng. Dimoelai dari Membaca Al qur'an, tausyiah, dan Kadjian fiqih, syirah nabawiyah dan riadhoh sholihin. B Banjak djama'ah sholat fardhoenja. Inilah Admledoek! Bener2 advertising jang bawa gw deket ame Rabb. Walaeopoen di Geraha Niaga, tapi gw nggak Gerah . Iman rasanja disoentik saban hari. Dan setiap ngeliat wadjah2 para djamaah, langsoeng inget Allah. Djadi rendah hati rasanja, banjak maksiat rasanja diri ini. Omongan mereka adja kalo ketemoe pasti tentang akhirat. Kadang2 sih ada djoega perbedaan, tapi itoe masalah fiqih adja. Gue tjari jang paling bener adja menoeroet keilmoean gw djoga.
Abis kapan lagi njari ilmoe agama jang kesempatan begitoe besar. Kalo diroemah pasti males. Ada djoega sih malem raboe, malem sabtoe, sabtoe pagi dan minggoe pagi. Tapi kalo oedah diromah......bawaannja males fren.. Gw doain moga adja pengadjian ngga berenti, nambah banjak djamaah, nambah ilmoe....siapa taoe peroesahaan djadi berkah adanja...Amin....bener2 AdMledoek!

bang Boeki

Monday, May 15, 2006

Mata


Mata

Memandang dengan mata sjetan
Memandang dengan penoeh kemaksiatan
Memandang sambil berpikir kebedjatan
Memandang cara goea boekan cara Tuhan

Memandang dengan penoeh kenafsoean
Memandang dengan penoeh kenikmatan
Memandang adalah boesoer sjetan
Memandang adalah kemaksiatan

Imam Ali Karamahoellahoe Wahjahoe berkata
Pandangan pertama adalah rezekimoe
dan pandangan setelahnja adalah dosamoe
bukan terserah goea

Pandangan cerminan iman
boekan cerminan sjetan
jang membawa kesesatan
dalam kemaksiatan

Kalaoe begitoe
banjaklah noda dalam djiwakoe
mata jang seharoesnja membawa ketaqwaan
malah terdjeroemoes kelembah kenistaan

Maafkan dakoe ja Rabb....

Monday, May 08, 2006

Fatimah Azzahra

Sedih djoega baca sirahnja Sajjididah Fatimah Azzahra tadi padi, poetri boengsoe kandjeng Rasoel. Beliaoelah poetri jang paling ditjintai.....ah nda bisa gw neroesin ceritanja.......:(

Bang Boeki

Wednesday, May 03, 2006

Tentang Oenta


Maka apakah mereka tidak memperhatikan oenta bagaimana ia ditjiptakan. (QS. Al-Ghaasjijah, 88:17)

Djika kita amati bagaimana oenta ditjiptakan, kita akan menjaksikan bahwa setiap bagian terketjil darinja adalah keadjaiban pentjiptaan.

Marilah kita renoengkan semoea tjiri oenta jang telah kita saksikan. Sistem khoesoes jang memoengkinkannja menahan haoes (sekali minoem 130 liter air), poenoek jang memoengkinkannja bepergian tanpa makan, stroektoer kaki jang menahannja dari tenggelam ke dalam pasir, kelopak mata jang temboes tjahaja, boeloe mata jang melindoengi matanja dari pasir, hidoeng jang dilengkapi disain khoesoes anti badai pasir, stroektoer moeloet, bibir dan gigi jang memoengkinkannja memakan doeri dan toemboehan goeroen pasir, sistem pentjernaan jang dapat mentjerna hampir semoea benda apapoen, lapisan tebal khoesoes jang melindoengi koelitnja dari pasir panas membakar, serta ramboet permoekaan koelit jang khoesoes dirantjang oentoek melindoenginja dari panas (soehoe goeroen 55 deradjat tjeltjioes) dan dingin.

Tak satoepoen dari ini semoea dapat didjelaskan oleh logika teori evoloesi, dan kesemoeanja ini menjatakan satoe kebenaran jang njata: Oenta telah ditjiptakan setjara khoesoes oleh Allah oentoek hidoep di padang pasir, dan oentoek membantoe kehidoepan manoesia di tempat ini.
Begitoelah, kebesaran Allah dan keagoengan tjiptaan-Nja tampak njata di segenap pendjoeroe alam ini, dan Pengetahoean Allah melipoeti segala sesoeatoe.

Seperti dikoetip daari haroen jahja.com

Tuesday, May 02, 2006

Rokok Soerga

Konon ada seorang kjai yang hobbj ngerokok. Tapi karena kasih sajang menghapuskan banjak dosa, maka sang kjai diampoeni dosa-dosanja, dan dimasoekkan ke soerga.

Tjoeman di soerga, pak kjai masih resah. Djadi dia manggil oom malaikat: "Oom Malaikat, kalaoe di soerga saja boleh minta apa adja, saja minta rokok donks."

Malaikat langsoeng menjediakan rokok berbagai cita rasa. Sang kjai dengan soeka tjita memboeka kemasannja, meraba-raba, mentjioeminja, mengambil rokok sebatang, laloe ...

"Om Malaikat, apinja gimana?"

Dan kata malaikat, "Apinja ada di neraka."

Pak Kjai langsoeng beristighfar.

seperti dikoetip dari www.
http://rokok.komunikasi.org

Monday, May 01, 2006

Haramkah Rokok?


Gw ngerasain rokok moelai koeliah semester 2. Biasa awalnja coema isep2 doang dan karena ikoetan temen, biar nggak dibilang bentjong. Isep teroes sampe berandjak married. Alhamdoelillah gw boekannja perokok berat, paling2 ngerokok cuma abis makan ataoe ngilangin moemet, bt, bengong adja.

Hampir semoea rokok gw tjobain dari rokok enteng sampe rokok keras (kalo njimeng nggak pernah), dan jang paling cocok boeat paroe2 gw adalah dji sam soe! bener2 enak boeat paroe2, nggak njesek didada.

Nah, pas abis married, dada terasa sakit (gw pikir moengkin ini akibat rokok), ya oedah moelai detik itoe djoega gw berenti ngerokok. Alhamdoelillah sampe saat ini nggak lagi ngerokok, jang ada sebel kalo liat orang ngerokok!

Tentang statoes keharaman, memang tidak ada di dalam nash baik al qoer’an maoepoen hadist. Ini idjtihad para oelama karena illat ataoe akibat dari rokok. Ada koerang lebih 4000 djenis racoen jang terkandoeng di dalam rokok, sedangkan racoen oetama adalah tar, nikotin dan karbonmonoksida. Nggak ada manfaatnja dari rokok, jang ada ngabisin poeloes, sakit dan mati….(nggak ngerokok djoega mati hehehe…..). Tapi menoeroet WHO, sekitar 8 detik manoesia mati akbiat rokok…nah loeh….

Kalaoepoen statoesnja makroeh, emang maoe setiap hari dibenci sama Allah teroes?

Kalo mao liat lebih lengkap tentang rokok tjoba adja http://rokok.komunikasi.org/artikel/index.php



Oke fren!

Bang Boeki

Links